Pengertian Tanah dan Konsep Dasar Geografi Tanah

A. Pengertian Tanah

Mula pertama orang menganggap tanah sebagai alat produksi pertanian, sehingga definisinya menyatakan tanah sebagai medium alam bagi tumbuh fegetasi yang terdapat di permukaan bumi atau bentuk organik dan anorganik yang ditumbuhi tumbuhan baik tetap maupun sementara. Thaer (1990) mendefinisikan tanah sebagai bahan campuran dan akumulasi dari unsur-unsur Si, Al, Ca, Mg, Fe, dan lain-lain. Kemudian Wemer (1918) seorang pakar geologi berpendapat bahwa tanah merupakan lapisan hitam tipis yang menutupi bahan padat kering terdiri atas bahan bumi berupa partikel kecil yang mudah remah, sisa vegetasi, dan hewan.

Menurut Beberapa ahli, tanah memiliki definisi sebagai berikut:

  1. Sitanala Arsyad (1989) tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair, dan gas dan mempunyai sifat dan perilaku yang dinamik.
  2. Sarwono Hardjowigeno (1987) tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dari horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara dan media tumbuhan.
  3. Menurut Dokuchaiev, tanah adalah  bentukan mineral dan organik di permukaan bumi, sedikit atau banyak diwarnai oleh humus, secara tetap menyatakan diri sebagai hasil kegiatan kombinasi bahan seperti jasad, bahan induk, iklim dan relief.
  4. Menurut Sprengel, tanah adalah suatu masa bahan yang berasal dari mineral yang mengandung hasil dikomposisis (penghancuran) hewan dan tumbuhan.
  5. Menurut Fredrich Fallou, tanah dianggap sebagai hasil pelapukan oleh yang menggerogoti batuan keras planet kita dan lambat laun mengadakan bikomposisi massa tanah yang kompak.
  6. Menurut M. Isa Darmawijaya, tanah adalah akumulasi alam bebas, menduduki sebagian besar permukaan planet bumi yang mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk, dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.

Jadi, dapat disimpulkan tanah adalah tubuh alam gembur media tumbuh-tumbuhan yang menyelimuti sebagian besar permukaan bumi dan mempunyai sifat dan karateristik fisik, kimia, biologi serta morfologi yang khas sebagai akibat dari serangkaian panjang berbagai proses pembentukan.

B. Konsep Dasar Geografi Tanah

Dua konsep dasar yang dipakai dalam geografi tanah, adalah :
1. Konsep Pedology
Konsep ini merupakan dasar dalam ilmu tanah yang dikemukakan oleh Dokuchaiev seorang ahli ilmu tanah Rusia. Pedology (pedo;gumpal tanah atau pedon; tubuh tanah) lebih menekankan pembahasan pada :
a. Asal mula dan pembentukan tanah yang tercakup dalam genesis tanah.
b. Nama-nama, sistematik, sifat kemampuan, dan penyebaran berbagai jenis tanah yang tercakup dalam klasifikasi tanah dan pemetaan tanah
2. Konsep Edhapology
Konsep ini permata kali dikemukakan oleh Dr. H. L. Jones dari Cornell University
Inggris. Edhapology (Edhapon;bahan tanah yang subur) lebih menekankan pada
penggunaan tanah dalam bidang pertanian, sehingga segala penyelidikan tanah dilakukan hanya untuk mengetahui hubungan antara tanah dengan tanaman tingkat tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan produksi pertanian se-ekonomis mungkin. Dalam ilmu geografi tanah, konsep ini dijadikan sebagai konsep pendukung untuk melengkapi konsep pedology. Selain Edhapology, ilmu pendukung pedology sebagai konsep dasar ilmu geografi tanah adalah bagian-bagian dari ilmu pengetahuan terapan, ilmu pengetahuan alam dasar, ilmu pengetahuan benda hidup, dan benda mati.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s